Home / Sejarah BBPPKI Medan

Sejarah BBPPKI Medan

Balai Besar Pengajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan yang semula adalah Balai Penelitian Pers dan Pendapat Umum (BP3U) memiliki sejarah panjang, kelahiran sejalan dengan dinamika kehidupan Pers Indonesia. Dan eksitensinya pernah di hitung secara nasional bahkan internasional terbukti akan adanya buku-buku komunikasi yang dipasok oleh sejumlah lembaga internasional sejak 1950 sampai dengan 1980. Lembaga ini pada awalnya didirikan atas usulan yang di sampaikan dalam sidang Komite Nasional Pusat tahun tahun 1952. Pada siang itu Adam Malik menyampaikan tuntutan pada pemerintah agar memajukan dan memberikan bantuan dan perhatiannya pada Pers Nasional dan Kantor Berita Antara. Kemudian Kementerian Penerangan bersama Parlemen membentuk panitia kerja (ad hoc) dan bekerjasama dengan Panitia Pers dan Organisasi Persatuan wartawan Indonesia (PWI) dan Serikat Pekerja Surat Kabar (SPS) membentuk Lembaga Pers dan Pendapat Umum di Jakarta, tepatnya pada 1 September1952 yang dipimpin oleh WA Van Goudoever salah seorang pegawai tinggi di Kementrian Penerangan yang juga mantan Redaktur Delokomotif.


Dua bulan kemudian, tepatnya pada 22 November 1952 di Yogyakarta di resmikan Lembaga Pers dan Pendapat Umum (LPPU) lengkap dengan kantor dan perpustakaan yang dipimpin oleh Soendoro Tirtosiswoyo. Setelah itu menyusul di 6 kota, yaitu Medan, Bandung , Surabaya, Banjarmasin, dan Manado, namun statusnya masih sebagai perpustakaan saja. Pada Juli 1953, LPPU semula bagian dari Departemen Penerangan menjadi suatu yayasan independen dengan nama Yayasan Lembaga Pers dan Pendapat Umum. LPPU dikenal oleh masyarakatt duni sebagai elemen yang mendorong dan memajukan ilmu publisistik atau jurnalistik, yaitu dalam hal memasok literature, bahkan ada beberapa buku terbitan LPPU Jakarta yang menjadi koleksi di Lieden Netherlands dan Nasional Library of Australia, sampai dengan tahun 1980, UNESCO dan beberapa kedutaan negara asing masih sering mengirim publikasinya secara rutin. Secara kelembagaan LPPU mengalami perubahan, ketika tahun 1979 kembali masuk kedalam jajaran Departemen Penerangan yang eksistensi didukung oleh SK Menpen No.98E/Kep/Menpen/1979. LPPU Jakarta kemudian menjadi Pusatt Penelitian dan Pengembangan Pers dan Pendapat Umum , sedangkan Medan dan 6 kota lainnya menjadi Balai Penelitian Pers dan Pendapat Umum (BPPPU). Pada tahun 1998 Departemen Penerangan (Deppen) dibubarkan oleh Presiden Abdul Rahman Wahid, dan berubah menjadi Badan Informasi dan Komunikasi Nasiaonal (BIKN) kemudian berubah lagi menjadi Lembaga Informasi Nasional (LIN). Lembaga Balai Penelitian Pers dan Pendapat Umum (BP3U) berada dibawah Litbang Lembaga Informasi Nasional, kemudian BP3U berubah lagi namanya menjadi Balai Pengkajian dan Pengembangan Informasi (BPPI). Status kelembagaan itu diatur dalam surat keputusan kepala LIN No.33/SK/KA.LIN/2002 disebut BPPI adalah Unit Pelaksanaan Teknis Deputi Bidang Pengkajian dan Pengembangan Sistem. Tahun 2005, dengan dibentuknya Departemen Komunikasi dan Informasi (Depkominfo) dengan SK No.84/KEP/M.KOMINFO/10/2005 keberadaan Balai Pengkajian dan Pengembangan Informasi (BPPI ) sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Departemen Komunikasi dan Informatika.


Keberadaan BBPPKI dapat dimanfaatkan untuk menjaring aspirasi masyarakat secara objektif sebab menggunakan pendekatan ilmiah, sehingga masukan yang diperoleh Departemen Komunikasi dan Informatika menjadi bermanfaat untukpenyusunan kebijakan pemerintah dalam bidang komunikasi dan informatika. Kemudian tahun 2008 lembaga ini berubah lagi menjadi Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan, memfokuskan kegiatan pada pengkajian dan pengembangan komunikasi dan informatika serta pengembangan akses masyarakat dibidang informasi dan pengetahuan diwilayah perbatasan.