Home / Kajian Isu Publik / Bidang Kesra, Polhukam dan Ekuin Bulan April 2017

Bidang Kesra, Polhukam dan Ekuin Bulan April 2017

POLICY BRIEF

Bidang Kesra, Polhukam dan Ekuin Bulan April 2017

Tim Analisis Isi Media

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan  Informatika Medan

Kementerian Komunikasi dan Informatika

Analisis isi (content analysis) adalah sebuah penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atau tercetak pada media massa. Harold D. Lasswell, pelopor metode ini menggunakan teknik symbol coding yakni mencatat lambang atau pesan secara sistematis yang kemudian di interpretasi sehingga menjadi angka yang terukur, yang pada akhirnya menghasilkan sebuah analisis yang terukur juga. Secara umum, analisis isi merupakan sebuah metode yang meliputi semua analisis mengenai isi teks. Disis lain analisis isi juga digunakan untuk mendeskripsikan pendekatan analisis yang khusus. Holsti menjelaskan juga bahwa bahwa metode analisis isi adalah suatu teknik untuk mengambil kesimpulan dengan mengidentifikasi berbagai karakteristik khusus suatu pesan secara objektif, sistematis dan generalis. Penjelasan metode diatas terkait dengan analisis isi media menggambarkkan bahwa ragam berita media yang ada akan menjelaskan dan menggambarkan sebuah opini masyarakat secara umum terkait dengan kondisi yang terjadi. Kajian analisis isi juga memiliki tujuan tertentu, sesuai dengan target kajian yang diharapkan. Dalam analisis isi yang dilakukan di lingkungan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Medan ini, yang menjadi target analisis isi adalah terkait dengan pemberitaan media massa baik cetak maupun online terhadap apa yang telah dan akan dilakukan pemerintah daerah di seluruh wilayah kerja BBPPKI Medan. Kinerja pemerintah sebagai objek pemberitaan di media dapat dinilai dari seluruh pemberitaan media yang tersebar dengan menggunakan metode analisis isi media dengan membahas seluruh informasi tertulis dan tercetak pada media massa yang terbit. Media massa baik cetak maupun online menjadi sumber data dalam kajian analisis isi media ini. Sebagai syarat teknis agar data yang digunakan reliable, maka pada kajian analisis isi media ini menggunakan seluruh populasi media yang terbit pada daerah kajian yang direpresentasikan menggunakan sampel media yang mewakili seluruh populasi media yang ada. Sedangkan yang menjadi unit analisis adalah seluruh berita yang memuat informasi terkait dengan kebijakan yang telah dan akan dilakukan pemerintah pusat dan daerah.  Secara umum unit analisis berita diklasifikasi menjadi 3 (tiga) bidang yakni Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) dan Bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Ekuin).

Dalam Kajian Analisis Isi Media di wilayah kerja BBPPKI Medan ini untuk periode April 2016 ini, menggunakan beberapa media massa cetak maupun online yang terbit di wilayah kerja BBPPKI Medan. Adapun beberapa media yang dimaksud adalah Harian Sinar Indonesia Baru, Harian Waspada, Harian Analisa, Harian Sumut Pos, Pontianak Pos, Harian Medan Bisnis. E-paper Samarinda Pos dan e-paper Kalimantan Timur. Keberadaan media ini merupakan representasi dari media yang terbit di wilayah kerja BBPPKI Medan. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa seluruh unit analisis diwakili dari 2 (dua) jenis media yakni media massa jenis cetak dan media massa yang terbit secara online. Gambaran keterwakilan kedua jenis media tersebut adalah seperti pada gambar 1.

proporsi-berita-berdasarkan-jenis-media-yang-digunakan

Gambar1. Proporsi berita berdasarkan jenis media yang digunakan

Keterwakilan jenis media massa cetak sangat dominan dalam kajian ini dengan persentase 99,1%. Hanya 0.9% jenis media yang berbasis online. Sementara itu, posisi penempatan berita didominasi pada halaman tengah dengan proporsi 42,7%, sedangkan sekitar 34,5% diantara berita yang menjadi unit analisis merupakan headline media. Sisanya terdapat pada halaman depan dan halaman belakang dengan proporsi 18,5% dan 4,3%. Untuk lebih jelasnya terkait dengan posisi berita tergambar pada gambar 2 berikut

penempatan-berita-pada-halaman-surat-kabar

Gambar 2. Penempatan berita pada halaman surat kabar

Berdasarkan hasil kajian dan pengolahan data analisis isi media ini, maka dapat digambarkan bahwa mayoritas unit analisis, yakni berita yang terbit pada media massa baik cetak maupun online merupakan format laporan atau liputan dengan proporsi sebesar 92,7%. Sedangkan berita dengan format opini hanya 4,7%, format editorial 1,3%. Sedangkan berita dengan format opini sangat minim yakni hanya 0,4% dari seluruh unit analisis yang dikaji. Gambaran format berita dalam kajian ini seperti tertera pada gambar 3 berikut ini :

format-berita-sebagai-unit-analisisGambar 3. Format berita sebagai unit analisis

Kajian analisis isi media ini bertujuan untuk melihat sejauhmana pandangan publik dan media dalam menyikapi kinerja pemerintah daerah. Pandangan dan penilaian media yang merupakan representasi dari pandangan dan penilaian publik akan menjadi cerminan terhadap pembangunan yang telah dilakukan, sekaligus bagian dari kritik yang bersifat membangun untuk perbaikan kebijakan dimasa mendatang. Untuk memudahkan klasifikasi permasalahan pembangunan, maka dilakukan pengkategorian bidang berita yang relevan dengan jenis kategori berita bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Ekonomi, Keuangan dan Industri (Ekuin) serta Kesejahteraan Rakyat (Kesra). Hasil analisis isi media pada edisi April 2017 dari seluruh unit analisis yang dikaji menggambarkan bahwa bidang berita Kesra merupakan bidang berita yang dominan muncul dalam berita dengan persentase 75,9%, kemudian bidang berita Polhukam dengan persentase 15,5%. Sementara itu, bidang berita Ekuin paling jarang muncul dengan persentase hanya 7,8%. Dalam sub bidang berita Kesra  dapat dijabarkan sebagai berikut seperti tertera pada gambar 4

sub-bidang-berita-kesra

Gambar 4. Sub bidang berita kesra

Dalam sub bidang Kesejahteraan Rakyat (Kesra) yang menjadi unit analisis diketahui, berita terkait dengan peristiwa dan kebijakan yang terkait dengan bencana alam paling sering muncul dengan persentase 15,1%, terkait pendidikan dengan persentase 14,2% dan infrastruktur dengan persentase 13,8%. Sementara itu, bidang lain seperti kesehatan, lingkungan dan kedaulatan energi, kisaran persentase terbitnya ada pada posisi 8,6%, 7,3% dan 6,5%. Kemunculan sub bidang lain dalam pemberitaan media juga ada seperti sub berita kesra terkait dengan kedaulatan pangan dengan persentase 4,3%, pembangunan desa 2,2%, dan kemiskinan 2,2%. Sementara sub bidang lain seperti keluarga berencana dan tenaga kerja tingkat kemunculan beritanya tidak begitu signifikan karena persentase kemunculannya dibawah 1%. Sementara itu, untuk sub bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam), tingkat kemunculan berita berdasarkan pemberitaan media bulan april 2017 tergambar seperti gambar 5 dibawah ini.

sub-bidang-berita-polhukamGambar 5. Sub bidang berita polhukam

Dari gambar 5 diatas dapat dijabarkan bahwa sub berita bidang polhukam yang menjadi unit analisis paling dominan adalah terkait dengan kinerja aparatur pemerintah dengan persentase secara keseluruhan sebesar 5,2%, peraturan daerah dengan persentase 3,9%, illegal logging dengan persentase 3% dan  e-government 2,6%. Sementara itu, sub bidang polhukam lain seperti trafficking, peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pilkada dan disintegrasi, kekerapan munculnya tidak signifikan dan hanya berkisar dibawah 1% dari seluruh unit analisis yang ada.

Untuk sub bidang Ekonomi Keuangan dan Industri (Ekuin) kekerapan berita yang muncul sebagai unit analisis digambarkan pada gambar 6 sebagai berikut :

sub-bidang-berita-polhukam

Gambar 6. Sub bidang berita ekuin

Hasil kajian analisis ini menggambarkan bahwa sub bidang Ekuin terkait dengan berita Ekonomi Mikro dalam hal ini perilaku konsumen, industri, penentuan harga pasar, produksi barang dan jasa merupakan berita yang paling sering muncul dengan persentase 6% dari seluruh unit analisis yanga ada. Sedangkan sub berita bidang ekuin terkait dengan industri pariwisata hanya 1,7% dan ekonomi makro yakni terkait dengan pendapatan nasional, investasi, kesempatan kerja dan inflasi hanya 0,4%.

Kajian analisis isi ini memiliki target sejauhmana publik menilai kinerja pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. Opini publik yang tergambar dalam pemberitaan menggambarkan opini umum yang akan dijadikan sebagai kritikan untuk perbaikan dimasa mendatang. Untuk memperkuat hasil analisis isi media ini, maka sumber berita merupakan bagian yang sangat penting untuk mengukur kredibilitas berita sebagai unit analisis. Dalam kajian analisis isi ini sumber utama berita adalah seperti tergambar pada gambar 7.

sumber-utama-berita

Gambar 7. Sumber Utama Berita

 Sumber utama berita dalam kajian ini adalah pihak eksekutif yang terdiri dari presiden, wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, walikota dan wakil walikota serta bupati dan wakil bupati dengan persentase dominan sebesar 56,5%. Sumber utama lainnya adalah masyarakat dengan persentase 17,2%, legislative 12,9% serta wartawan atau media itu sendiri 6,5%. Sedangkan sumber berita dari pihak yudkatif dan pejabat peradilan hanya 3,9%. Sedangkan sumber lainnya hanya 2,6%.

Dari tone berita secara umum, hasil kajian ini menggambarkan bahwa mayoritas berita sebagai unit analisis bersifat positif, artinya mendukung seluruh kebijakan sesuai dengan pemberitaan dengan persentase 59,1%. Sementara itu, tone berita bersifat netral yakni tidak menyampaikan pendapat secara eksplisit sebesar 40,1% dan hanya 0,9% tone berita yang bersifat negatif. Tone berita dimaksud digambarkan pada gambar 8 berikut.

tone-berita

Gambar 8. Tone Berita

Sementara itu, keberimbangan berita perlu dikaji untuk mengukur keabsahan berita dengan memperhatikan dua sisi pengecekan dari minimal dua sumber berita. Kroscek yang dilakukan sebelum berita dipublikasikan merupakan sebuah keharusan dalam memastikan berita tersebut memiliki nilai akurasi yang tinggi. Dalam kajian ini gambaran keberimbangan berita dijelaskan pada gambar 9.

keberimbangan-beritaGambar 9. Keberimbangan  Berita

Hasil kajian analisis isi menjelaskan bahwa tingkat akurasi berita sangat baik dan dapat dipercaya, berdasarkan keberimbangan berita yang diliput dari dua sisi. Liputan dua sisi dari berita yang dipublikasikan melalui media sebesar 56,9% dan hanya 43,1% berita yang hanya diliput dari satu sisi saja.

KESIMPULAN

Secara umum analisis isi media bulan April 2017 telah mewakili pandangan publik yang direpresentasikan melalui pemberitaan dan unit analisis berita. Namun demikian, keterwakilan media online yang masih minim perlu diperbaiki mengingat betapa massifnya keberadaan media online yang saat ini sudah menjadi bagian dari opini publik yang tidak terbantahkan. Kecenderungan bidang berita yang didominasi bidang Kesejahteraan Rakyat, khususnya pada topik infrastruktur dan penanganan bencana menunjukan bahwa bidang ini mendapat sorotan besar dari publik. Dengan menjadi sorotan, maka perhatian dan konsentrasi pemerintah untuk memperbaiki dan melanjutkan tren pembangunan bidang kesra harus lebih ditingkatkan. Masalah penanganan bencana serta implikasi pembangunan infrastruktur yang merupakan berita dominan bidang kesra menunjukan bahwa kedua permasalahan tersebut memerlukan penangan lebih serius dari pemerintah baik dari sisi penanganan maupun mitigasinya. Sedangkat kualitas dan kuantitas ketersediaan infrastruktur menjadi fokus perhatian ditengah derasnya geliat ekonomi yang membutuhkan dukungan infrastruktur tersebut. Kinerja aparatur yang menjadi fokus perhatian publik dalam bidang polhukam menunjukan bahwa publik saat ini sedang mengggunakan posisinya sebagai pengawas kinerja pemerintah, khususnya terkait dengan kinerja aparatur yang bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, masalah ekonomi mikro, yang dekat dengan konsumen serta peluang jasa dalam siklus ekonomi menjadi perhatian penuh publik dalam bidang ekuin. Hasil analisis ini sangat akurat dengan mempertimbangan beberapa unsur diantaranya adalah sumber utama yang cukup relevan, tone berita yang cukup positif serta dilakukan dengan liputan pada dua sisi.

REKOMENDASI

  1. Diharapkan pada satuan kerja Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk selalu meningkatkan koordinasi dengan BNPB Daerah dalam memaksimalkan tupoksi dan tindakan tangap darurat dalam penanganan bencana maupun mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak negatif kejadian bencana.
  2. Kepada Dinas Pendidikan pada seluruh daerah kabupaten dan kota serta propinsi untuk meningkatkan kualitas dan profesionalisme penanganan dan manajemen pendidikan, karena tuntutan akan kualitas pendidikan semakin dibutuhkan dan menjadi acuan keberhasilan dimasa depan.
  3. Diharapkan kepada seluruh aparatur yang bertugas, khususnya yang memberikan pelayanan publik untuk selalu meningkatkan kualitas layanan. Hal ini merupakan sebuah kewajiban seorang aparatur sekaligus manifestasi dari sumpah dan janji seorang aparatur pemerintah.
  4. Pemerintah Pusat dan Daerah hendaknya meningkatkan kolaborasi penanganan dan peningkatkan nilai ekonomi dari sisi mikro dengan formula khusus dan tidak terfokus pada penanganan ekonomi makro semata, mengingat keberadaan ekonomi mikro merupakan sisi yang paling dekat dengan publik serta dirasakan secara langsung oleh masyaraka
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment