Home / Kajian Isu Publik / Kajian Kesra Februari 2017

Kajian Kesra Februari 2017

POLICY BRIEF
Bidang Kesra Bulan Februari 2017

KONDISI INFRASTRUKTUR DI SUMATERA UTARA

Oleh :
Tim Media Monitoring
Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan
Kementerian Komunikasi dan Informatika

RINGKASAN

Infrastruktur dapat didefinisikan sebagai layanan dan fasilitas yang diperlukan agar perekonomian dapat berfungsi dengan baik. Istilah ini umumnya merujuk pada hal infrastruktur teknis atau atau fisik yang mendukung jaringan struktur seperti fasilitas yang berupa jalan, kereta api, bandara, pelabuhan, kanal, waduk, jembatan dan hal lainnya yang dapat membantu kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi infrastruktur fisik di Sumatera Utara cukup menarik perhatian media pada pemberitaan surat kabar bulan Februari 2017 ini. Sumatera Utara dengan penduduk lebih dari 13 juta jiwa dan menyimpan kekayaan alam yang cukup besar baik itu hasil pertanian, perkebunan maupun pariwisatanya membutuhkan infrastruktur yang baik untuk pengembangan potensi perekonomian yang dimilikinya. Hal ini mulai terlihat dari proyek pembangunan jalan tol trans Sumatera sepanjang 2.800 km membentang dari Provinsi Aceh hingga Lampung. Pembangunan infrastruktur Tol Trans Sumatera diharapkan menjadi urat nadi perekonomian Pulau Sumatera di masa depan. Selain pemberitaan mengenai pembangunan Tol Trans Sumatera ini, surat kabar terbitan Februari 2017 juga banyak menyoroti mengenai kondisi infrastruktur jalan di berbagai wilayah kerja BBPPKI Medan yang kondisinya rusak bahkan cukup menganggu aktivitas warga.

PERNYATAAN KUNCI
Kondisi Infrastruktur, Pembangunan Infrastruktur.

sub-bidang-kesra-februari

IMPLIKASI DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN
Kajian Media Monitoring bulan Februari 2017 ini adalah mengenai kondisi infrastruktur di Provinsi Sumatera Utara seperti yang terjadi di Jalan Saribudolok Kabupaten Simalungun yang berlubang dan digenangi air di badan jalan dan kondisi ini terlihat cukup memprihatinkan. Kondisi seperti ini sudah cukup lama, menurut warga sekitar sudah lebih lima tahun, akhir-akhir ini ada perbaikan namun tidak menyentuh jalan yang rusak akibatnya aktivitas masyarakat Dolok Silau maupun warga luar daerah itu ketika menuju Dolok Silau terganggu. Kerusakan jalan berdampak terhadap harga hasil pertanian masyarakat karena hambatan transportasi mengakibatkan produk petani lama tiba di pasar membuat petani kerap mendapatkan harga terendah di pasaran.

Warga mengharapkan tahun 2017 ini Pemprovsu mengaspal jalan agar aktivitas masyarakat berjalan lancar. Selain itu masyarakat dari Karo, Dairi, Simalungun dan bahkan Siantar bisa melalui jalan tersebut menuju Kualanamu via Saribu Dolok dan Galang karena daerah tersebut arus lalu lintasnya belum terlalu padat. Kondisi infrastruktur lain yang mendapat perhatian media adalah jalan besar Sidamanik tepatnya di Nagori Siboma Kabupaten Simalungun yang terancam amblas. Kondisi ini cukup parah sehingga para pengendara harus waspada pada saat melintas dan diharapkan kerusakan ini segera ditangani Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Simalungun agar tidak membahayakan warga. Apalagi jalan ini merupakan akses jalan menuju wisata yang ada di sekitar Sidamanik sampai Tigaras yang merupakan daerah yang cukup potensial dalam mendukung sektor pariwisata Kabupaten Simalungun.

Warga Teluk Mengkudu Kabupaten Serdang Bedagai juga mengeluhkan kondisi jalan antara Simpang Matapao menuju obyek wisata Pantai Sialang Buah, kerusakannya cukup parah dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan jalan sepanjang 8 kilometer ini sudah 2 tahun belum mendapat perhatian dan kondisi ini cukup parah karena jika turun hujan, jalan menuju lokasi wisata akan berlumpur dan jika cuaca terik maka jalanan akan sangat berdebu disamping terdapat lobang disana sini yang cukup membahayakan. Untuk masyarakat yang akan berdarmawisata ke Pantai Bahari Sialang Buah juga seringkali macet total karena pengendara menghindari lubang yang menghias ruas jalan.
Disamping pembenahan infrastruktur jalan, pembangunan infrastruktur ekonomi di sektor pertanian juga perlu menjadi prioritas seperti pembenahan irigasi, pembangunan pasar tani dan kios tani. Pembangunan infrastruktur pertanian sangat penting dilakukan mengingat produk pertanian masih banyak yang ditampung tengkulak atau pedagang perantara. Hal ini membuat rantai distribusi menjadi cukup panjang sehingga harga di tingkat petani jauh lebih kecil dibandingkan harga pasar. Pemerintah daerah harus mulai komitmen dalam membangun dan melakukan pertanian terpadu dan intensif dengan teknologi ramah lingkungan serta sarana produksi yang memadai agar produksi pertanian di Sumatera Utara dapat meningkat setiap tahunnya.
Disamping kondisi infrastruktur yang perlu pembenahan, surat kabar terbitan bulan Februari 2017 ini juga memberitakan mengenai pembangunan jalan tol Medan Binjai sepanjang 16,72 km yang merupakan bagian dari mega proyek Tol Trans Sumatera. Nilai investasi proyek ini mencapai 1,6 triliun rupiah dimana pengerjaannya terbagi menjadi 3 seksi yakni seksi 1 (Tanjung Mulia-Helvetia), Seksi 2 (Helvetia-Semayang) dan Seksi 3 (Semayang-Binjai). Pembangunan jalan tol Medan-Binjai ditargetkan selesai pada tahun 2017 ini dimana Presiden Joko Widodo telah dua kali mengunjungi Sumatera Utara berkenaan dengan pengerjaan pembangunan jalan tol Medan Binjai ini.
Hal lain yang cukup menjadi pemberitaan surat kabar terbitan bulan Februari ini adalah proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan yang sedang dibangun di Kabupaten Serdang Bedagai. Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat ini diharapkan dapat mencapai target pembangunan infrastruktur yang telah ditetapkan untuk diselesaikan pada tahun 2017 ini.

Seperti yang dilakukan oleh Bupati Serdang Bedagai yang meninjau sejumlah pembangunan infrastruktur di daerahnya sebagai bentuk pengawasan (controlling) oleh pemerintah terhadap proses pembangunan infrastruktur maupun sarana pendidikan yang dibangun untuk melayani kepentingan masyarakat. Dengan terjun langsung ke masyarakat diharapkan pemerintah dapat lebih peka terhadap perubahan yang terjadi di masyarakat sekaligus menampung aspirasi dari warga yang ditemui sehingga pembangunan partisipatif dapat benar terlaksana.

SIMPULAN
Kondisi infrastruktur jalan yang cukup parah mendapat perhatian cukup besar dalam terbitan surat kabar Februari 2017. Warga mengharapkan pemerintah daerah segera melihat kondisi ini dan memperbaiki infrastruktur jalan rusak yang menghambat aktivitas warga. Pembangunan infrastruktur di Sumatera Utara memang sudah cukup baik namun pembenahan masih perlu diperhatikan. Disamping pembenahan infrastruktur jalan, pembangunan infrastruktur ekonomi di sektor pertanian juga perlu menjadi prioritas seperti pembenahan irirgasi, pembangunan pasar tani dan kios tani. Pembangunan infrastruktur pertanian sangat penting dilakukan mengingat produk pertanian masih banyak yang ditampung tengkulak atau pedagang perantara. Hal ini membuat rantai distribusi menjadi cukup panjang sehingga harga di tingkat petani jauh lebih kecil dibandingkan harga pasar. Pemerintah daerah harus mulai komitmen dalam membangun dan melakukan pertanian terpadu dan intensif dengan teknologi ramah lingkungan serta sarana produksi yang memadai agar produksi pertanian di Sumatera Utara dapat meningkat setiap tahunnya.Keseriusan pemerintah daerah dalam membangun infrastruktur terutama yang berhubungan dengan produk pangan memang cukup mendesak karena di sejumlah daerah Sumatera Utara sudah mulai ada peralihan dari petani kebun ke petani pangan.

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
0