Home / Kajian Isu Publik / Kajian Ekuin Februari 2017

Kajian Ekuin Februari 2017

POLICY BRIEF

Bidang Ekuin Bulan Februari 2017

PERTUMBUHAN EKONOMI SEKTOR USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH

Oleh :

Tim Media Monitoring

Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika Medan

Kementerian Komunikasi dan Informatika

 

 

RINGKASAN

Berita bidang ekuin yang mendapat perhatian surat kabar terbitan bulan Februari 2017 ini adalah mengenai pertumbuhan ekonomi sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Sektor UMKM merupakan suatu potensi yang cukup besar di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Utara, hal inilah yang mendorong  Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dispirindag) Provinsi Sumatera Utara yang mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ke pasar internasional. Upaya yang dilakukan adalah dengan memperluas pasar UMKM dengan cara mendorong para pelaku UMKM turut serta mengikuti pameran baik berskala nasional dan internasional. Sasaran utama tahun 2017 ini adalah peningkatan daya saing UKM dan pedagang kaki lima meliputi peningkatan pendapatan dan pemberian bantuan yang dibutuhkan. Sepanjang tahun 2017 ini di sumatera Utara akan diadakan sejumlah pameran produk ekspor untuk mendukung dan mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas produknya. Untuk menyikapi kelemahan aktivitas perdagangan yang diakibatkan oleh krisis perekonomian global yang masih belum pulih, UMKM merupakan salah satu contoh usaha yang cukup dapat bertahan di tengah krisis perekonomian. Untuk itulah UMKM harus selalu didukung dan didorong maju untuk dapat terus bersaing di era perdagangan bebas saat ini. Sumatera Utara pada tahun 2017 ini akan melakukan pelatihan-pelatihan bagi UKM agar mampu meningkatkan kompetensi SDM di era perdagangan bebas MEA ini mulai dari penyusunan, pelaksanaan, implementasi, pelaksanaan audit internal dan mendapatkan sertifikat halal.

 

PERNYATAAN KUNCI

Pelaku UMKM, Kualitas Produk, Peningkatan daya saing

sub-bidang-ekuin-februari

IMPLIKASI DAN REKOMENDASI KEBIJAKAN

Pemerintah sedapat mungkin memperhatikan sektor usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) untuk membantu pergerakan ekonomi kearah positif. Karena berdasarkan pengalaman kita selama ini, kita dapat melihat bahwa saat mata uang dunia perkasa berimbas pada rupiah, perekonomian UMKM dapat membantu rupiah tetap stabil.

Demikian pula halnya di Sumatera Utara yang menjadi wilayah kerja BBPPKI Medan, sektor UMKM di Sumatera Utara hendaknya dapat terus memperoleh stimulus baik itu stimulus dari Pemerintah maupun sektor swasta untuk semakin menggerakkan pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara. Pembinaan terhadap UMKM juga mutlak diperlukan dengan memberi bantuan kepada para pelaku usaha  mulai dari petani, nelayan, pedagang dan pelaku usaha lainnya. Pemerintah juga dapat memberi akses yang lebih luas kepada para pelaku UMKM untuk permodalan dan pembinaan manajemen disamping pihak Perbankan di Sumatera Utara diharapkan dapat lebih bersinergi dengan Pemerintah dalam hal permodalan guna membantu menggerakkan sektor UMKM ini.

Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 , pada tahun 2016 tercatat bahwa serapan kredit UMKM di Sumatera Utara mencapai 28,82 persen dari total kredit perbankan di Sumatera Utara yakni sebesar 51,67 triliun. Serapan yang semakin besar ini dipicu dengan terus naiknya kredit UMKM dari sektor perbankan. Peraturan Bank Indonesia No. 14 tahun 2012 telah mewajibkan bank umum untuk menyalurkan kredit UMKM minimal 5 perse di tahun 2015, 10 persen di tahun 2016 kemudian 15 persen di tahun 2017 dan minimal 20 persen di tahun 2018.

UMKM harus didukung, dikuatkan dan didorong terus maju agar dapat bersaing di era perdagangan bebas saat ini. Hal ini cukup terlihat dari sebagian besar anggaran kegiatan di Dispirindag Sumatera Utara akan dialokasikan untuk UMKM dan pedagang kaki lima. Dispirindag Provsu diharapkan dapat terus meningkatkan perannya sesuai kewenangan yang dimiliki untuk melakukan stabilisasi harga dan inflasi, tata niaga dan distribusi kebutuhan pokok. Hal lain yang perlu dilakukan selain ke UMKM dan pedagang kaki lima adalah intens melakukan stabilisasi harga dan distribusi barang pokok. Untuk meningkatkan daya saing UMKM perlu disertifikasi halal dan tahun ini target Dispirindag Sumatera Utara adalah 75 UMKM tersertifikasi halal. Sebagaimana diketahui saat ini sertifikasi halal bagi UMKM cukup penting sebagai salah satu syarat untuk masuk ke pasar modern seperti supermarket dan retail dan sertifikat halal kini menjadi salah satu syarat yang diminta oleh konsumen.

 SIMPULAN:

  1. Pengembangan sektor UMKM perlu terus ditingkatkan agar dapat dijadikan sumber pertumbuhan ekonomi mengingat sektor UMKM ini relatif kuat dalam menghadapi ancaman krisis perekonomian.
  2. Potensi UMKM di SumateraUtara yang cukup prospektif sebenarnya memberi ruang bagi pengembangan UMKM oleh perbankan di Sumatera Utara melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
0