Home / Bimtek / Bimtek Literasi TIK Siantar

Bimtek Literasi TIK Siantar

SIANTARBimbingan Teknis Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Bagi Masyarakat yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dimulai pada tanggal 3 s/d 5 Februari 2015 di Kota Pematang Siantar dihadiri oleh Pj. Walikota Pematangsiantar, Djumsadi Damanik, SH, M,Hum, Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Msi, Asisten II Bidang Kesra Pemko Siantar, Drs. Muhammd Akhir Harahap, Kadishubkominfo Kota Siantar, Posma Sitorus, SH. Kegiatan ini diikuti oleh 50 orang anggota PKK dari Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Tobasa. Dalam sambutannya, Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto menyampaikan mengenai manfaat Literasi Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat Indonesia. Indonesia yang begitu luas ini dengan kekayaan yang luar biasa semestinya bisa termanfaatkan bila masyarakatnya melek terhadap TIK. Dengan adanya kesepakatan internasional WSIS pada tahun 2003 yang didalamnya mengamanatkan agar seluruh negara, provinsi, kabupaten/kota bahkan antar desa harus terkoneksi. Indonesia sebenarnya sampai saat ini masih belum mandiri dalam jaringan konektivitas global karena masih sangat tergantung pada negara lain seperti Singapura dan Australia. Masyarakat Indonesia diharapkan suatu hari nanti dapat menjadi masyarakat informasi. Masyarakat Informasi memiliki tiga karakteristik utama yakni 1)informasi digunakan sebagai sumber ekonomi, 2)penggunaan informasi lebih besar di kalangan masyarakat umum dan 3) pengembangan sektor informasi dalam ekonomi. Membangun Masyarakat Informasi ini dapat dimulai dari: 1)Membangun kebebasan berekspresi, 2)Pendidikan berkualitas untuk semua, 3)Menghormati keanekaragaman budaya dan bahasa dan 4)Akses universal terhadap informasi dan pengetahuan. Pengguna internet di Indonesia cukup besar secara jumlah karena sampai pada tahun 2015 pengguna internetdi Indonesia mencapai 115 juta namun aktivitas utama dalam mengakses internet belum dimanfaatkan secara maksimal, pengguna internet di Indonesia masih mengakses internet sebatas membuka situs jejaring sosial. Pemerintah berharap masyarakat menggunakan internet secara bijak seperti membuat aplikasi dengan konten-konten cerdas.

Sedangkan Asisten II Bidang Kesra Pemko Siantar, Drs. Muhammad Akhir Harahap dalam sambutannya menyampaikan E-Literacy merupakan kemampuan seseorang untuk memahami serta menggunakan perangkat teknologi. Pentingnya pengintegrasian teknologi informasi dalam proses pembelajaran sangat berkaitan erat dengan upaya kita mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia untuk memasuki era masyarakat berbasis pengetahuan dan rekayasa teknologi. Bimtek ini dirasakan sangat penting bagi kaum ibu mengingat kaum ibu inilah yang paling banyak waktunya untuk berinteraksi dengan anak-anak, jadi sangat wajar jika kaum ibu harus paham teknologi informasi dan komunikasi agar dapat mengawasi anak anak dalam penggunaan perangkat teknologi.

Acara dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Pj. Walikota Pematangsiantar, Jumsadi Damanik, SH, M.Hum yang menyampaikan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesatnya dalam sepuluh tahun terakhir ini. Perkembangan TIK sangat banyak manfaatnya jika digunakan secara bijak namun ada juga dampak buruknya bagi anak-anak kita bila digunakan tanpa adanya pengawasan dari orangtua. Untuk itulah peran ibu-ibu dirasa sangat penting dalam membimbing anak-anak agar jangan sampai terlalu bebas tanpa kontrol dalam mengakses situs-situs internet. Meskipun harus disadari, bahwa di masa depan teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet semakin berkembang dan tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Tanpa kesiapan diri untuk menyongsong teknologi informasi dan komunikasi secara tepat, maka dipastikan akan terjadi kegamangan terhadap perkembangan budaya yang justru bisa merusak mental anak-anak karena ketidakpahaman informasi.(ratna)

Tags: , , ,

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
0