Home / Berita / Diskusi Publik Kebutuhan Pengembangan TIK Bagi Masyarakat

Diskusi Publik Kebutuhan Pengembangan TIK Bagi Masyarakat

Perusukembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat harus dapat direspon dengan terus memperluas wacana berpikir dan berdiskusi dengan kalangan akademisi, birokrasi dan praktisi IT. Karena itulah Diskusi Publiki seperti yang dilaksanakan oleh BBPPKI Medan dan Fasilkom USU mengenai Kebutuhan Pengembangan & Penguatan TIK Bagi Masyarakat dirasa sangat penting. Diskusi publik yang diselenggarakan di Ruang Biro Rektor USU pada tanggal 10 Februari 2016 dibuka oleh Rektor USU, Prof. Runtung Sitepu dan dihadiri oleh Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto, Dekan Fasilkom USU, Prof.Dr. Muhammad Zarlis, MA, Kabid Data Diskominfo Kota Medan, Drs.Harunsyah, Kepala BPPKI Bandung, Drs. Parulian Sitompul, Fungsional Peneliti BBPPKI Medan dan Dosen serta Mahasiswa Pasca Sarjana USU.

Dalam sambutannya Rektor Universitas Sumatera Utara, Prof. Runtung Sitepu mengatakan saat ini dalam kehidupan kita sehari-hari tidak bisa lepas dari teknologi informasi dan komunikasi meskipun memang bagi masyarakat di daerah perbatasan literasi masyarakat akan penguasaan TIK masih sangat minim. Diskusi publik ini menjadi penting untuk menjawab tantangan kebutuhan pengembangan TIK di tengah kehidupan masyarakat. Diskusi publik ini diharapkan dilakukan berkesinambungan dan menghasilkan rekomendasi secara resmi bagi Pemkab, Pemko dan Pemprovsu. Sementara itu Kepala BBPPKI Medan, Drs. Irbar Samekto,M.Si mengatakan penelitian yang dilaksanakan untuk pengembangan TIK baik itu penelitian yang dilaksanakan oleh akademisi maupun birokrasi harus bisa bermanfaat dan menghasilkan masukan bagi pengambil kebijakan. Joint Research hendaknya dilakukan oleh Akademisi, Business maupun Government untuk meningkatkan hasil-hasil penelitian bidang komunikasi dan informatika agar hasil penelitian itu benar-benar dapat menjadi rekomendasi suatu kebijakan. Sumatera Utara secara infrastruktur cukup bagus, hal ini terbukti pada tahun 2012 mendapat ICT Pura meskipun memang masih diperlukan kajian mengenai kebutuhan pengembangan IT di Sumatera Utara.

Dekan Fasilkom USU, Prof.DR.Muhammad Zarlis, MA dalam materinya memaparkan teknologi informasi dan komunikasi adalah alat pendukung bagi percepatan pembangunan Kota Medan meskipun memang masih diperlukan pengembangan dari segi jaringan, perangkat keras dan sumber daya manusia dalam upaya untuk menciptakan Medan sebagai Smart City. Menciptakan masyarakat informasi (knowledge based society) bukanlah hal mudah namun bukan hal yang mustahil untuk kita kerjakan karena sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai hal tersebut sebenarnya kita miliki namun potensi itu belum tergali secara maksimal. Kabid Data Diskominfo Kota Medan, DRs. Harunsyah,MSi mengatakan perkembangan TIK yang begitu cepatnya harus direspon dengan cepat pula dengan terlebih dahulu menyiapkan SDM yang handal dan terampil di bidang TIK. Berbagai aplikasi telah dibangun oleh Pemko Medan yang telah terintegrasi pada satu server induk (main server) untuk keamanan dan kenyamanan warga Kota Medan.

Diskusi Publik ini menghasilkan kesimpulan diperlukan platform atau konsep yang jelas smart city seperti apa yang kita harapakan, sinergitas lembaga sangat penting untuk kita perbaiki terlebih dahulu, perlu tindak lanjut dan koordinasi antara pemerintah, akademisi, praktisi dan masyarakat dalam mengembangkan TIK. Ada 6 (enam) Rekomendasi yang dihasilkan dalam Diskusi Publik ini yang diharapkan berguna bagi Pemko dan Pemkab yang ada di Provinsi Sumatera Utara

  1. Dinas Kominfo Provsu dan Pemko Medan agar mensosialisasikan dan mempublish tentang program pengembangan TIK yang telah dilaksanakan di Sumatera Utara.
  2. Pengawasan implementasi pengembangan TIK diharapkan dilakukan secara tim dengan melibatkan akademisi, praktisi, pemerintah dan masyarakat
  3. Perekrutan Relawan TIK agar diperluas supaya dampaknya dapat lebih dirasakan oleh masyarakat luas.
  4. Diharapkan dibentuk wadah riset bidang komunikasi dan informatika antara birokrasi dan akademisi untuk pengembangan TIK
  5. Meminimalkan cultural gap dengan pendekatan sosio cultural
  6. Meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan akademisi dan diharapkan kolaborasi ini bukan berdasarkan project namun berdasarkan program yang efektif dan efisien bagi pengembangan TIK di Sumatera Utara. (Ratna)

Tags: , , , ,

 
 

0 Comments

You can be the first one to leave a comment.

 
 

Leave a Comment

 




 
 

 
 
0